Thursday, October 04, 2012

Tugas KKPI (IFRS & SAK)

1. IFRS (International Financials Reporting Standars)

 

~Pengertian IFRS 


IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC).
Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang dahulu bernama Komisi Standar Akuntansi Internasional (AISC), merupakan lembaga independen untuk menyusun standar akuntansi. Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong penggunaan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diperbandingkan.

~ Sejarah IFRS (International Financial Reports Standar)

Saat ini IFRS merupakan trend pembahasan yang sangat popular, karena adanya wacana penerapan standar akuntansi keuangan berbasis IFRS pada tahun 2012 nanti. Proses ini biasa disebut dengan berbagai istilah seperti konvergensi, harmonisasi, adaptasi  atau adopsi, yang sebenarnya memiliki arti yang tidak sama.
Arti konvergensi yang diambil dari kata convergence adalah keadaan menuju satu titik pertemuan; memusat (lihat http://www.artikata.com/arti-336173-konvergensi.html diakses 16/08/2011). Sehingga proses konvergensi  PSAK ke IFRS dapat diartikan sebagai PSAK akan dibawa ke satu titik pertemuan dengan IFRS. Ada 3 cara melakukan proses konvergensi yaitu dengan :
1. Adaptasi
membuat standar akuntansi sendiri yang disesuaikan dengan IFRS
2. Adopsi
mengambil dan memakai langsung standard dari IFRS
3. Harmonisasi
membuat standar akuntansi sendiri yang tidak bertentangan dengan IFRS
Jadi sebenarnya Indonesia mengambil cara ke-2 yaitu adopsi, namun dengan membuat beberapa penyesuaian dengan kondisi di Indonesia.
Kemudian banyak pelaku bisnis dan penyusun laporan keuangan bertanya, sejak kapan sebenarnya IFRS itu ada ? Siapa lembaga penyusun dan penerbit standarnya dan apa sebenarnya bedanya dengan International Accounting Standards (IAS).
TONGGAK SEJARAH TERKAIT INTERNATIONAL ACCOUNTING STANDARD (IAS) ATAU INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS (IFRS)
Tahun 1966
Sejarah International Accounting Standards (IAS) dimulai pada tahun ini dengan pengajuan proposal pembentukan kelompok studi yang beranggotakan the Institute of Chartered Accountants of England & Wales (ICAEW), American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) dan Canadian Institute of Chartered Accountants (CICA). Proposal ini pada tahun 1967 disetujui dengan dibentuknya Accountants International Study Group (AISG).
Tahun 1973
International Accounting Standard Committee (IASC) dibentuk secara resmi, dengan maksud dan pesan sponsor yang jelas, bahwa semua standard akuntansi internasional yang akan diterbitkan oleh badan ini harus memenuhi syarat yaitu “be capable of rapid acceptance and implementation world-wide”.
Dalam 27 tahun umurnya, IASC menerbitkan 41 standar yang dikenal dengan IAS.
Tahun 1997
Dibentuk suatu badan interpretasi yang disebut dengan Standing Interpretation Committee (SIC), yang memiliki tugas mempertimbangkan perdebatan atas isu yang timbul menyangkut suatu standard, dan menyusun suatu panduan untuk menyelesaikan perdebatan tersebut. Interpretasi yang diterbitkan oleh badan ini berjumlah 33 SIC sepanjang umur hidupnya.
Tahun 2000
Pada bulan Mei tahun ini, IOSCO (International Organisation of Securities Commissions) menyetujui penggunaan IAS untuk penerbitan saham antar Negara (cross border listing) dengan press release 17 May 2000.
Tahun 2001
Pada bulan April tahun ini, IASC melakukan restrukturisasi dengan membentuk IASB (International Accounting Standard Board) yang akan menjadi pengganti IASC sebagai standard setter, sementara IASC menjadi foundation. Pada saat ini juga diputuskan bahwa IASB akan melanjutkan pengembangan IAS yang telah diterbitkan sebelumnya, dan memberi nama standard baru yang diterbitkannya dengan nama IFRS (International Financial Reporting Standards). IAS yang belum digantikan dengan IFRS tetap berlaku. Standar pertama yang merupakan produk IASB adalah IFRS 1 : First Time Adoption of IFRS tahun 2003.
Sedangkan komite penerbit interpretasi berganti nama dari SIC menjadi IFRIC (International Financial Reporting Interpretation Committee) pada bulan Juli dan sejak itu menerbitkan IFRIC interpretation. Pada tahun 2010 komite ini berganti nama lagi menjadi IFRS Interpretation Committee.

~ Isi dari IFRS

IFRS merupakan Standar Pelaporan Keuangan Internasional, yang dikeluarkan oleh Standar Akuntansi Internasional (IASB). Hampir 100 negara menggunakan atau berkoordinasi dengan IFRS. Negara-negara atau kelompok negara termasuk Uni Eropa, Australia, dan Afrika Selatan. Sementara beberapa negara mewajibkan semua perusahaan untuk mematuhi IFRS, yang lain hanya memungkinkan atau mencoba untuk mengkoordinasikan standar negara mereka sendiri untuk menjadi serupa. The IASB bekerja menuju tujuan ini dalam kemitraan dengan beberapa akuntansi yang paling berpengaruh standar-setter di seluruh dunia.Apa Tujuan dari Standar Akuntansi Internasional (IASB)?IASB adalah komite dengan 14 anggota, dari sembilan negara yang berbeda, yang bekerja untuk mengembangkan standar akuntansi global. Tujuan dari komite ini adalah untuk menciptakan standar global yang transparan, diberlakukan, dimengerti, dan berkualitas tinggi. Para anggota membuat Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) yang digunakan oleh begitu banyak negara di seluruh dunia. Setiap anggota komite memiliki satu suara untuk masing-masing standar yang ditetapkan berdasarkan voting dan kelompok swasta yang didanai dari setter standar akuntansi yang berbasis di London.The Penerimaan IFRSMeskipun ada banyak negara yang mematuhi IFRS, masih banyak yang tidak. Terutama, Amerika Serikat Dewan Standar Akuntansi Keuangan dan Dewan Standar Akuntansi (AcSB) Kanada tidak mematuhi langsung ke IFRS. Namun, ada saat ini kemitraan antara ini dan negara-negara lain dengan IASB untuk mencoba untuk mengkoordinasikan standar yang datang bersama-sama. Ini adalah proses yang berkelanjutan, hal itu tidak akan terjadi dalam semalam.Mengapa IASB dan IFRS Penting?Akuntansi Internasional Dewan Standar (IASB) dan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) bahwa mereka masalah sangat penting bagi masa depan akuntansi. Dengan bisnis berubah global, adalah penting bahwa investor dapat membandingkan perusahaan di bawah standar yang sama. Demikian juga, penting bagi perusahaan yang beroperasi di beberapa negara untuk dapat membuat laporan keuangan yang dipahami di semua negara mereka beroperasi masukAkhirnya, Standar Akuntansi Internasional (IASB) dan organisasi akuntansi lainnya berharap untuk melihat konvergensi dari semua standar akuntansi di seluruh dunia. Jenis konvergensi, akan memungkinkan untuk situasi yang terbaik bagi investor dan pihak lain yang berkepentingan untuk dapat meneliti dan membandingkan perusahaan secara transparan dan setara. Dengan koordinasi Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) dengan standar akuntansi lainnya dari seluruh dunia, ini tujuan konvergensi mungkin tidak terlalu mengada-ada kedengarannya.

 
Comparing International Accounting


2. SAK (Standar Akuntansi Keuangan)


~ Pengertian SAK 



  Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan pedoman dalam melakukan praktek akuntansi dimana uraian materi di dalamnya mencakup hampir semua aspek yang berkaitan dengan akuntansi, yang dalam penyusunannya melibatkan sekumpulan orang dengan kemampuan dalam bidang akuntansi yang tergabung dalam suatu lembaga yang dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).  Dengan kata lain, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah buku petunjuk bagi pelaku akuntansi yang berisi pedoman tentang segala hal yang ada hubungannya dengan akuntansi.

  Standar Akuntansi Keuangan (SAK) mencakup konvensi, peraturan dan prosedur yang sudah disusun dan disahkan oleh lembaga resmi (standard setting body) pada saat tertentu.

  Pernyataan di atas memberikan pemahaman bahwa   Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan buku petunjuk tentang akuntansi yang berisi konvensi atau kesepakatan, peraturan dan prosedur yang telah disahkan oleh suatu lembaga atau institut resmi.  Dengan kata lain Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)merupakan sebuah peraturan tentang prosedur akuntansi yang telah disepakati dan telah disahkan oleh sebuah lembaga atau institut resmi.

  Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang disusun oleh lembaga Ikatan Akuntan Indonesia selalu mengacu pada teori-teori yang berlaku dan memberikan tafsiran dan penalaran yang telah mendalam dalam hal praktek terutama dalam pembuatan laporan keuangan dalam memperolah informasi yang akurat sehubungan data ekonomi.

  Berdasarkan pernyataan di atas dapat dipahami bahwa  Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) mengacu pada penafsiran dan penalaran teori-teori yang “berlaku” dalam hal praktek “pembuatan laporan keuangan” guna memperoleh inforamsi tentang kondisi ekonomi.

  Pemahaman di atas memberikan gambaran bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) berisi “tata cara penyusunan laporan keuangan” yang selalu mengacu pada teori yang berlaku, atau dengan kata lain didasarkan pada kondisi yang sedang berlangsung.

  Hal ini menyebabkan tidak menutup kemungkinan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dapat mengalami perubahan/penyesuaian dari waktu ke waktu sejalan dengan perubahan kebutuhan informasi ekonomi.

  Dari keseluruhan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan suatu buku petunjuk dari prosedur akuntansi yang berisi peraturan tentang perlakuan, pencatatan, penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang disusun oleh lembaga IAI yang didasarkan pada kondisi yang sedang berlangsung dan telah disepakati (konvensi) serta telah disahkan oleh lembaga atau institut resmi.

  Sebagai suatu pedoman, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) bukan merupakan suatu kemutlakan bagi setiap perusahasan dalam membuat laporann keuangan.  Namun paling tidak dapat memastikan bahwa penempatan unsur-unsur atau elemen data ekonomi harus ditempatkan pada posisi yang tepat agar semua dat ekonomi dapat tersaji dengan baik, sehingga dapat memudahkan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam menginterpretasikan dan megevaluasi suatu laporan keuangan guna mengambil keputusan ekonomi yang baik bagi tiap-tiap pihak.



~ Sejarah SAK

 


n    Dirumuskan oleh satu-satunya organisasi profesi akuntansi di Indonesia yaitu Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang berdiri pada tanggal 23 Desember 1957.
n    Terdapat 3 (tiga) tonggak utama sejarah dalam pengembangan standar akuntansi keuangan di Indonesia, yaitu :
Ø  Tahun 1973 à menjelang diaktifkannya pasar modal di Indonesia, dengan mengkodifikasi prinsip dan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia dalam buku “Prinsip Akuntansi Indonesia” (PAI)
Ø  Tahun 1984 à Komite PAI melakukan revisi secara mendasar atas PAI 1973 dan mengkodifikasikannya dalam buku “Prinsip Akuntansi Indonesia 1984”
Ø  Tahun 1994 à Komite PAI kembali melakukan revisi total terhadap PAI 1984 dan mengkodifikasikannya dalam buku “Standar Akuntansi Keuangan” berlaku per 1 Oktober 1994
n    Sejak 1994, IAI memutuskan untuk melakukan harmonisasi dengan Standar Akuntansi Internasional (pengaruh globalisasi)
n    Sejak 1994, IAI juga terus melakukan penyempurnaan standar yang ada serta penambahan standar baru dan interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

Sejak 1994 proses revisi SAK dilakukan sebanyak 5 (lima) kali sbb.:
Ø   1 Oktober 1995
Ø   1 Juni 1996
Ø   1 Juni 1999
Ø   1 April 2002, dan
Ø   1 Oktober 2004 à Buku Standar Akuntansi Keuangan 1 Oktober 2004 yang juga memuat :
·             Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Bank Syariah
·             SAK 1 Oktober 2004 berisi:
o     59 PSAK beserta Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan yang melandasinya.
o     7 Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK)


Badan Penyusun Standar Akuntansi :
n    1973 : Panitia Penghimpun Bahan-bahan dan Struktur dari GAAP dan GAAS
n    1974 – 1994 : Komite Prinsip Akuntansi Indonesia (4 periode kepengurusan IAI)
n    1994 : Komite PAI diubah menjadi Komite Standar Akuntansi Keuangan (Komite SAK)
n    Pada Kongres ke 8 IAI tgl 23-24 Sept 1998 di Jakarta, Komite SAK diubah menjadi Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang diberi otonomi khusus utk menyusun dan mengesahkan PSAK dan ISAK
n    Sebagai pelaksanaan keputusan Kongres ke 8, juga dibentuk Dewan Konsultatif SAK yang anggotanya berasal dari lingkungan profesi akuntan dan non akuntan sebagai representasi users.

Kebijakan DSAK :
n    Mendukung program harmonisasi dan konvergensi yang diprakarsai oleh International Accounting Standards Board (IASB) à menyelaraskan PSAK dengan International Financial Reporting Standards (IFRS)
n    Dalam menyusun SAK, mengacu pada IFRS dengan mempertimbangkan pula faktor lingkungan usaha di Indonesia
n    Pengembangan SAK yang belum diatur dalam IFRS dilakukan dengan berpedoman pada Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan, kondisi lingkungan usaha di Indonesia., dan standar akuntansi yang berlaku di negara lain.

~ Isi SAK

 

SAK (Standar Akuntansi Keuangan) adalah standar akuntansi yang digunakan olh Indonesia dan lembaga ang ditunjuk untuk menentukan dan bertanggung jawab terhadap standar akuntansi di Indonesia ialah I.A.I (Ikatan Akuntansi Indonesia). Setiap perusahaan harus membuat Laporan Keuangan yang berguna untuk menggambarkan kondisi keuangan perusahaan tersebut dalam jangka waktu tertentu yang mengacu pada standar akuntansi yang digunakan oleh setiap Negara tersebut.



Nama Kelompok:
1. Syafira Armelia (27)
2. Nadya Miftahur Rahmah (21)
3. Tia Annisa
4. Annisa Priyanti
  

No comments:

Post a Comment